Selasa, 17 November 2009

USAHA PEMBERANTASAN NARKOBA DALAM DUNIA PENDIDIKAN

Mereka berani untuk mencoba hal-hal baru. Pada masa itu juga pengawasan orang tua terhadap anaknya mulai kendur. Anak mulai mempunyai waktu dan tempat dalam kesehariannya yang orang tua tidak tahu, misalnya tempat kumpul sepulang sekolah. Wajar dan sudah seharusnyalah jika penyuluhan dan peringatan tentang narkoba diadakan di sekolah-sekolah. Tentang apa itu narkoba, dari mana saja bahaya itu bisa datang dan bagaimana cara mencegahnya.
Cara yang paling populer adalah melalui rokok. Jadi waspadailah jika seorang anak sudah mulai merokok pada usia yang dini, karena ini adalah sasaran para pengedar. Ada juga yang melalui makanan atau minuman sehingga membuat kecanduan, dan pada saat itu diperkenalkan pada narkoba sebagai pengobat kecanduannya. Atau cara coba gratis, diberikan langsung untuk dicoba untuk selanjutnya baru membeli dengan harga tertentu. Penggeledahan pada siswa-siswa suatu sekolah secara mendadak adalah tindakan kuratif. Jika ditemukan suatu jenis obat terlarang maka dapat diambil tindakan secara hukum. Ini adalah bagian dari pekerjaan lembaga pendidikan maupun pemerintah yang menghadapi narkoba sebagai salah satu faktor penghambat dalam proses pendidikan.
Memulai dari Keluarga
Keluarga merupakan subyek penting dalam tindakan preventif. Pada saat anak memasuki usia remaja biasanya orang tua mulai enggan menyisihkan perhatian. Kebanyakan karena merasa bahwa si anak sudah ‘besar’. Memang pada saat ini mereka tidak membutuhkan perlakuan seperti perlakuan terhadap anak-anak, tetapi tugas sebagai orang tua belumlah selesai. Bentuk kasih sayang yang mereka butuhkan adalah perhatian, pengertian dan persahabatan. Mereka masih perlu dibatasi dengan aturan-aturan yang berlaku dalam keluarga, karena itu adalah bentuk dari perhatian orang tua, tetapi penerapannya tentu dengan pengertian dan persahabatan. Dan baik juga jika mereka tahu apa itu narkoba langsung dari orang tuanya, daripada dia mendengar lebih dulu di luar rumah. Jika seorang remaja merasakan bahwa keluarganya bisa diandalkan, maka kecil kemungkinannya dia akan memberikan kejutan yang tidak menyenangkan. Misalnya tertangkap sebagai pemakai atau bahkan pencandu salah satu obat-obatan terlarang. Aprilia Sakti Kusumalestari.http//.pitoyo.com/

PERGAULAN REMAJA MASA KINI

Pergaulan remaja saat ini perlu mendapat sorotan yang utama, karena pada masa sekarang pergaulan remaja sangat mengkhawatirkan dikarenakan perkembangan arus modernisasi yang mendunia serta menipisnya moral serta keimanan seseorang khususnya remajanya pada saat ini. Ini sangat mengkhawatirkan Bangsa karena ditangan generasi mudalah Bangsa ini akan dibawa, baik buruknya Bangsa ini sangat tergantung dengan generasi muda
Generasi muda saat ini kurang memiliki rasa Cinta Tanah Air, ini dapat dilihat dari lebih gemarnya anak muda anak muda untuk pergi kebioskop dari pada ke museum-museum sejarah perjuangan bangsa, mengapa hal ini bisa terjadi? ada beberapa kemungkinan yang dapat kita ambil dari hal tersebut yakni yang pertama kurangnya pemupukan rasa cinta tanah air semenjak kecil , sinetron-sinetron yang ditayangkan ditelevisi merupakan tayangan yang kurang produktif bagi perkembangan anak selain itu hal-hal yang terkait dengan Bangsa ini tidak mendapat sorotan yang tajam mengenai budaya, masalah sosial yang dapat menimbulkan Rasa cinta tanah air. Hal lain yang dapat menjadi penyebab yakni pendidikan yang kurang sehingga dapat menyebabkan seseorang tidak tau akan Bangsanya sendiri. Pergaulan remaja saat ini sangat mengkhawatirkan ini dapat dilihat dari beberapa hal yakni tingginya angka pemekai NARKOBA dikalangan remaja yakni pemakai narkoba dikalangan remaja,
dan adanya seks bebas dikalangan remaja, angka remaja yang melakukan seks bebas hingga saat ini mencapai 50 persen ramaja melakukan hubungan seks diluar nikah . Ini sangat mengkawatirkan bagi Bangsa Indonesia krisis moral yang terjadi dikalangan remaja yang menyebabkan seks bebas dapat terjadi .

Hal ini perlu diatasi agar tidak menyebabkan kemandulan dalam Bangsa karena perlu diingat lagi bahwa Masa depan Bangsa sangat tergantung pada Generasi muda, upaya pencegahan yang perlu dilakukan oleh kita semua yakni misalnya saja dengan Pendidikan formal yang didalamnya ada suatu pendidikan moral selain pendidikan keagamaan yakni adanya pendidikan tentang bahaya NARKOBA, hubungan Seks diluar nikah serta pentingnya pendidikan budi pekerti yang harus dijalankan. Sebab baik buruk kelakuan seseorang bermula dari baik buruknya iman yang tertanam serta budi pekerti tiap individu. Hal ini merupakan tanggung jawab seluruh elemen agar hal-hal seperti ini tidak terjadi dan dapat diatasi.Hal-hal yang dapat dilakukan diantaranya yakni peran orang tua didalam keluarga dalam mengawasi tingkah laku anak namun tidak berhak bertindak otoriter terhadap anak, dan dapat menjalankan fungsi sebagai orang tua dengan baik, diantaranya memberikan kasih sayang, pendidikan budi pekerti, serta mengajarkan cinta kasih terhadap sesame. Sehingga terjadi keselarasan antara anak dengan dirinya serta lingkungan keluarganya.

Sabtu, 07 November 2009

MEMPERTAHANKAN BUDAYA INDONESIA


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang disusun oleh Departemen Pendidikan dan kebudayaan, kata BUDAYA memiliki banyak arti. Antara lain akal budi, adat sitiadat, dan pikiran. Sedangkan bila digunakan dengan menggunakan imbuhan, Berbudaya berarti memiliki pemikiran yang sudah maju. Membudaya bermakna kebiasaan yang sudah mendarah daging. Membudayakan berarti mengajar agar berbudaya (agar memiliki pemikiran yang maju). Pembudayaan adalah cara memajukan budaya. Dan Kebudayaan memiliki makna Hasil kegiatan dan penciptaan batin manusia seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat. Jadi kata budaya itu memiliki banyak sekali artian. Tetapi dalam tulisan ini, penulis mengangkat pengertian KEBUDAYAAN Di SISI KESENIAN sebagai pokok karena pencurian kebudayaan itulah yang baru saja Indonesia alami saat ini. Kebudayaan Indonesia yang terdiri dari Kepercayaan, kesenian dan adat istiadat tidak akan gampang dijaga. Di daerah Aceh sampai dengan daerah Irian Jaya kebudayaan itu bertabur lebih dari 100 jenis. Bagaimana menjaganya sementara setiap orang memiliki konsentrasi yang berbeda-beda tiap-tiap hari. Tetapi itulah perlunya sebuah strategi yang harus ditanamkan oleh setiap warga negara untuk keberlangsungan kebudayaan itu. Setiap warga negara diperlukan peranannya dalam menjaga kebudayaan, tapi bagaimana caranya? Penulis akan menjelaskan hal-hal kecil yang akan dikembangkan menurut variasi masing-masing pembaca. 1. Hargai Kebudayaan. Bila ada seorang memainkan sebuah musik tradisi di dekat kita, apa yang kita lakukan? Bagaimana bila dia memainkan alat musik tradisi itu di tempat umum dan kita berada di situ? Mungkin si pemain musik itu menjadi bahan pembicaraan sekilas bagi kita dan teman-teman yang lain, sehingga menjadi bahan tertawaan (hal tersebut lah beberapa kali diperhatikan oleh penulis sendiri di sekitar lingkungan tempat tinggal penulis). Bagaimanapun kesenian akan punah jika tidak ada penghargaan. Alangkah baiknya jika kita lebih baik diam daripada mencemooh dan menertawakan orang yang sedang asik berkesenian tradisional. 2. Mencintai untuk menimbulkan rasa ingin tahu. Mungkin kata-kata cinta tidak akan terlepas dari segala hal agar mendapatkan kemajuan yang lebih baik. Tetapi menurut penulis, mencintai itu bukan berarti hanya dengan basa-basi saja. Contoh yang perlu dilakukan sekarang ini bagi pembaca adalah bagaimana menghargai kebudayaan itu. Di negara kita belakangan ini, hati masyarakat yang lebih mengutamakan kemauan berAmerika-Amerika yang sudah menjadi trend. Bagaimana tidak, bila kita melihat pertunjukan Band di tempat kita masing-masing, kita rela berdesak-desakan. Tetapi, bila ada kesenian daerah di tempat yang sama pasti para penonton nya bisa dihitung dengan mata telanjang. Yah, kalau para penonton merasa tidak tertarik sih itu wajar saja. Dengan kata lain, Tidak Gaul itu juga yang jadi alasan. Tetapi, kewajaran yang saya katakan di atas tidak bisa dibiarkan hanya dengan sebatas kewajaran dan terus menerus dilakukan hingga terbiasa menghindari kebudayaan. Karena antusias yang berkurang juga jadi alasan untuk tidak mencintai budaya. Ingatlah, orang lain tidak akan berani mencuri apa yang kita anggap berharga. Kalau dari segi pengetahuan tentang kebudayaan pun kita sangat lemah, bagaimana kita mempertahankannya? Sebagai contoh, Bila orang lain mencuri kain di jemuran dari belakang rumah kita, sedangkan kita tidak pernah mengangkat kain dari jemuran itu selama satu minggu. Dan di waktu yang akan datang dia memakai kain tersebut dan kita mengatakan itu milik kita dan dia membantah, kita hanya bisa mencibir, memaki, dan menghujat. Dan itu bukan pekerjaan orang yang pintar. Tetapi bila di kain tersebut kita berikan tanda yang spesifik, dan kita mengenal betul bagaimana tandanya, si pencuri tersebut tidak akan bisa berbuat apa-apa. Oleh karena itu, gunakan rasa ingin tahu anda untuk mengenal kebudayaan bangsa kita. Tetapi rasa ingin tau tidak akan ada kalau tidak ada rasa cinta. Strategi itu lah yang bisa kita lakukan di tahap awal agar Kebudayaan kita tetap terjaga. Bila cara-cara tersebut bisa kita tanamkan pada diri kita masing-masing bisa dipastikan, pencurian terhadap kebudayaan bangsa ini pasti tidak ada. Karena cara tersebut menunjukkan kalau kita perduli akan kemajuan kesenian Indonesia. Tetapi, mengapa penulis menggunakan kata strategi dalam judul diatas? Penulis menyimpulkan kalau saat ini Indonesia mengalami peperangan Kebudayaan. Peperangan yang belakangan ini dimenangkan oleh pihak lain karena kita tidak siaga. Peperangan itu meliputi peperangan dengan kebudayaan Asing yang terus-menerus merubah pola pikir masyarakat Indonesia karena mengganggap kebudayaan Asing lebih maju, dan peperangan terhadap Pencurian asset-asset kebudayaan Indonesia. Semakin lama kita pasti semakin terpuruk kalau tidak menggunakan strategi untuk kelestarian Budaya. Sebagai bahan perbandingan, kita bisa melihat kesenian (musik) di negara Eropah dengan kesenian (musik) di Indonesia. Di Eropah, mereka hanya memiliki Mozart dan teman-temannya sebagai pencipta musik klasik yang monoton sebagai musik asli di sana, sedangkan di Indonesia beribu jenis musik aslinya. Dari hal ini tampak betul kalau kita masyarakat Indonesia sekarang ini adalah keturunan dari orang-orang kreatif dan yang pintar. Mengapa kita tidak teruskan kekreatifan kita untuk kelangsungan kebudayaan?